Sebuah rindu...
Hari ini, hujan membasahi kotaku, kota dimana aku
dilahirkan, dan juga kota dimana aku bertemu dengannya. Terasa sunyi hari ini,
entah mengapa, aku pun tak tahu. Kemarin, tepatnya aku hanya mampu memandangmu
dari jarak jauh. Intensitas mataku tak setajam mata kucing. Mataku tak mampu
melihat jarak benda yg lebih dari semeter. Ah, rasanya kesal sekali, tak mampu
memandangmu dr kejauhan ini.
Dan, puncaknya adalah hari ini, hari yg semestinya
kita lewati bersama, kita habiskan berdua, kini hanya aku yg akan menghabiskan
sepanjang malam sendiri hingga esok datang lagi. Aku percaya dia, aku mencoba
menjaga rasa ini hanya untuknya, selalu untuknya, karena dia yang mampu membuat
nyaman saat aku didekatnya. Entah, mengapa perasaan ini terasa kuat untuknya.
Dan, ketika sehari saja aku tak menemukan senyumnya, hariku
terasa gelap, awan mendung menutupinya. Hanya sebuah lagu yg mampu
menggambarkan rindu ini kepadanya, aku akui kini aku benar-benar merindukannya.
Aku rindu senyumnya yg manis, aku rindu tawanya yg renyah,
aku rindu tiap kata suaranya, aku rindu barisan gigi itu ketika dia tertawa,
aku rindu barisan tiap pesannya, dan aku rindu dia, aku rindu....
Tuhan, jaga dia, dekap dia ketika dingin menyapanya, jaga senyum pelanginya selalu, karena aku mencintainya....
untuk dia yang disana,
ku tulis dengan beribu rindu untuknya
g's