Sabtu, 16 Februari 2013


Sebuah rindu...

     Hari ini, hujan membasahi kotaku, kota dimana aku dilahirkan, dan juga kota dimana aku bertemu dengannya. Terasa sunyi hari ini, entah mengapa, aku pun tak tahu. Kemarin, tepatnya aku hanya mampu memandangmu dari jarak jauh. Intensitas mataku tak setajam mata kucing. Mataku tak mampu melihat jarak benda yg lebih dari semeter. Ah, rasanya kesal sekali, tak mampu memandangmu dr kejauhan ini.

    Dan, puncaknya adalah hari ini, hari yg semestinya kita lewati bersama, kita habiskan berdua, kini hanya aku yg akan menghabiskan sepanjang malam sendiri hingga esok datang lagi. Aku percaya dia, aku mencoba menjaga rasa ini hanya untuknya, selalu untuknya, karena dia yang mampu membuat nyaman saat aku didekatnya. Entah, mengapa perasaan ini terasa kuat untuknya.

     Dan, ketika sehari saja aku tak menemukan senyumnya, hariku terasa gelap, awan mendung menutupinya. Hanya sebuah lagu yg mampu menggambarkan rindu ini kepadanya, aku akui kini aku benar-benar merindukannya.

      Aku rindu senyumnya yg manis, aku rindu tawanya yg renyah, aku rindu tiap kata suaranya, aku rindu barisan gigi itu ketika dia tertawa, aku rindu barisan tiap pesannya, dan aku rindu dia, aku rindu....

       Tuhan, jaga dia, dekap dia ketika dingin menyapanya, jaga senyum pelanginya selalu, karena aku mencintainya.... 



untuk dia yang disana, 
ku tulis dengan beribu rindu  untuknya
g's