Kepada ombak di laut,
Aku ingin bercerita tentangnya padamu.
Kepada ombak di laut nan biru,
Dia sosok yang baru-baru ini mulai mengisi hariku.
Seperti yang kau lihat,
Dia membawaku kemari untuk menyapamu.
Sosok ini, ku rasa punya daya magnet yang kuat untukku,
hingga aku jatuh pada hatinya,
Kepada ombak di laut yang tak pernah lelah berderu,
Hari ini, di depanmu, aku menyatakan,
Aku mencintainya,
dengan segenap keterbatasanku.
Perkara dia akan membalas dengan apa,
adalah keputusanku memilihnya.
Kepada ombak di laut yang tak hentinya bernyanyi,
Bawa aku ikut bernyanyi bersamamu juga,
Bersenandung di derunya air laut ini,
akan ku bawa dia juga bersamaku
Menari diatas percikan air dengan warna biru langit.
Kepada ombak di laut,
Mungkin aku bukan perempuan yang pandai menyenangkan hatinya,
Bukan pula perempuan kekinian yang enak di pandang 'wah'
Aku, perempuan yang hanya mampu menulis sajak ini,
atau surat pendek ini untuk seseorang seperti kamu.
Kepada ombak di laut Neptunus,
terimakasih hari ini,
terimakasih, sudah menyambutku dengan pasir putih di tepian,
terimakasih, sudah mau menjadi saksi bisu percakapan kami hari ini,
Dan untuk kamu, terimakasih sudah mau berlelah sepanjang perjalanan,
bersamaku .....
Kamis, 09 Februari 2017
Senin, 06 Februari 2017
Maybe Y or Maybe N
Pertanyaan ini selalu muncul, "mulai dari mana yah?"
Banyak yang ingin ku ceritakan, tapi tidak semuanya bisa ku tulis.
Banyak yang ingin ku mintai pendapatnya, tapi tak semuanya ingin memberi.
Bagian dari suatu hubungan ini memang rumit, menurutku.
Ada banyak waktu yang harus ku bagi.
Waktu bersama dia.
Waktu bersama orang terdekatku,
Juga waktu sendiriku.
Ada sebagian orang menganggap, mengajak pasangan hang out bersama teman sendiri akan lebih asik.
Ada sebagian juga yang menganggap waktu yang dia miliki bukan seutuhnya milik berdua.
Ada pula yang lebih menyukai waktu berdua adalah lebih dari segalanya.
Entah, mana yang harus kamu gunakan sebaik mungkin.
Bagiku, menghabiskan waktu untuk bersama saja sudah menyenangkan.
Tapi, ada banyak hal lain yang memang lebih penting dari sekedar bersama.
Mungkin, cara yang paling mudah adalah berkata, 'ya, aku mengerti'
Faktanya perasaan tak bisa kamu bohongi.
Dibohongi untuk berpisah dalam hari itu,
nyatanya hatimu kerap kali berontak.
Rasa untuk selalu bersama memang sudah jadi candu bagi tiap pasangan.
Tapi, bukan berarti kemana-mana harus berjalan bersama.
Bergandengan bersama,
Meskipun hal-hal diatas sempat terbesit diotak.
Makhluk sosial seperti manusia juga butuh berinteraksi dengan orang banyak.
Tapi, terkadang ada beberapa manusia yang tak mengerti keadaan kita seperti apa.
Kesal, tapi tak tahu harus berbuat apa.
Hingga akhirnya lebih memilih berdiam diri,
Dan ujung-ujungnya jadi endapan yang lama kelamaan menumpuk.
Bagi manusia yang mengerti, beruntunglah.
Karena ku rasa mereka juga pernah ada di posisi seseorang dengan keadaan apapun.
Entah, ini tulisanku bermaksud untuk apa.
Yang jelas, mungkin ada seseorang yang kurasa mulai menyadari bahwa ada perubahan besar yang tengah terjadi diantara kami.
Mungkin ya, mingkin tidak.
Selamat malam..........................................
Langganan:
Postingan (Atom)