Selasa, 06 November 2018

Hai.

Hai.
Kita bertemu lagi.
Di persimpangan jalan menuju rumah.
Kau menyapa dan ku balas sapamu.
Sederhana.

Bertemu dengan orang yang sama kedua kalinya.
Bertatap dengan jarak sedekat itu lagi.
Berbincang sepanjang jalan menuju rumah dengannya.
Indah.

Baru aku mengerti, kesalahanku setahun lalu.
Berjalan menjauh dari kakimu menetap.
Memberi jarak yang tadinya sedekat nadi.
Aku, yang lakukan sendiri.

Ada yang ingin mendekat lagi setelah sore itu.
Aku pun tahu, itu aku.
Menepiskan ego, menyingkirkan gengsi diri,
aku beranikan diri untuk semakin mendekat.

Terimakasih, berkatmu, aku tahu bagaimana harus
memperjuangkanmu.
Terimakasih, berkatmu, aku tahu meninggikan gengsi
hanya akan mempersulit keadaan diri sendiri.
Terimakasih, untuk yang sekarang selalu menemaniku
berjalan pulang.

Untuk yang sekarang sedang menyiapkan dirinya untuk satu langkah lebih maju,
aku mencintaimu, Pan.

Rabu, 14 Februari 2018

Tidak ada judul

aku masih ingat betul,
hari itu, kau berkata padaku,
"ingat lagu ini, lagu yang akan jadi pengiring kala kita beradu ego."

sekarang, aku tengah mendengarkan lagu itu.
mengalun pelan,
perlahan membasahi luka baru yang kemarin datang.

ingatanku benar-benar masih hangat tentangmu
rasanya belum mau beranjak dari hari yang lalu
bahkan, aku hanya ingin mencintaimu saja. itu cukup.

meski, akan ada kenyataan pahit setelah ini
tak apa, aku siap untuk segala pilu yang mungkin akan ku terima
sekalipun itu membunuh rasaku pelan-pelan

aku titipkan pada semestaku,
rasa ini, masih di sudut hati, tersimpan rapi untukmu
selalu.
kalau-kalau kau berubah pikiran.