Aku menunggu sendiri lagi.
Seperti biasanya, aku hanya ditemani semilir angin
Jika yang aku tunggu adalah sosok yang ku rindu selama ini
Bisakah kamu?
Tapi, apa di sebrang sana kau menunggu juga?
Mengharap aku seperti aku berharap padamu
Mencari aku seperti aku mencarimu
Kita selalu melangkah bersama
Bak sepasang sepatu yang selalu kemana-mana bersama
Tapi, kadang pula kita seperti magnet, melangkah sendiri
Kau tahu tidak, bahwasannya rinduku terlalu menumpuk
Sulit untukku membuang sisa-sisa rindu ini
Terlalu menempel seperti permen karet
Untuk kamu,
Bagiku, kamu adalah yang aku nanti
Meskipun bagimu aku bukan.
Tetaplah tersenyum seperti itu, untukku





