Kamis, 27 Juni 2013

Neptunus, aku mencintainya....

selamat malam neptunus..
malam ini aku sedang dicandu oleh kegalauan, entah apa yang kini menjadi pikiranku....

neptunus,
pernahkah kau mencoba untuk percaya pada satu orang yang telah menyakitimu?
pernahkah kau mencoba untuk memaafkannya meski ia telah menyakitimu berkali-kali?

neptunus,
apakah aku terlalu gampang untuk menerimanya kembali dan mengatakan semuanya baik-baik saja? ada rasa sesal di hatiku kini, apa kembalinya aku dan ia adalah sebuah cara untuk mengahapus jejaknya yang lalu?
tidak, aku tidak boleh begitu...
pasti akan ada banyak hati yang kan terluka...aku tak mau itu terjadi,

neptunus,
apakah aku sudah terlambat untuk menyudahi semuanya?
seringnya waktu berjalan bersamaku, aku belum menemukan kepercayaan itu utuh kembali........yang ada luka ku semakin menjadi-jadi...

neptunus,
boleh aku mengatakan, bahwa aku belum siap dengan hati yang ia berikan seutuhnya?
terkadang akupun berpikir, apakah rasanya hanya sekejap saja? padahal...........aku sudah mencoba untuk percaya padanya............

neptunus,
benarkah cinta itu bahagia mellihat orang yang dia cinta juga bahagia?
benarkah?
mengapa hal itu tidak berlaku bagi diriku?
mengapa ketika aku membiarkannya bersama orang lain, aku tak ikut bahagia dengan ia dan orang yang ia cinta?
sudah beribu bahkan bermilyaran bulir bening tumpah karenanya, namun, aku masih  bisa bertahan hanya untuk dia yang perlahan tapi pasti goreskan luka baru, iya, lagi dan lagi, sakit....

neptunus,
bisakah kau buat ia mengerti?
bahwa aku, orang yang mencintainya tulus, benar-benar ada untuknya, bukan orang lain yang hanya menjadikannya kepuasan semata dari rasa bosan........
bisakah kau buat perasaannya hanya untukku?
aku lelah sepanjang hariku ku buat sajak demi sajak cinta sementara ia tak pernah membalasnya.......

neptunus,
jika ia memintaku untuk pergi kembali, entah untuk ke berapa kalinya...
aku akan pergi.
iya, aku akan turuti semua yang ia mau, meskipun rasanya sulit sekali untukku melangkah dengan beban luka ini........
namun, untuk dia, yang ku cinta,
apapun akan ku lakukan, sekalipun itu 'melepaskan'nya kembali......

neptunus,
jika suatu saat ia mencariku kembali,
katakan padanya...
aku telah menemukan seseorang yang sehebat dia, aku menemukan seseorang seperti dia dalam diri orang lain....
dan, katakan bahwa aku tak pernah menyesal pernah mencintainya...

neptunus,
aku mencintainya, meskipun ia tidak
aku mencintainya, meskipun ia acuh padaku
aku mencintainya, meskipun perasaannya tak sebesar perasaanku padanya
aku mencintainya, meskipun aku yang luka
dan aku mencintainya, meskipun aku yang harus melepasnya kembali...............

good night neptunus......

Sabtu, 22 Juni 2013

@Xemp4k ;)

selamat pagi matahari, apa kabaar hari ini? apa kau menampakkan sinarmu hangat pada bumiku?
ku harap iya,
sabtu pagi nan engkau sambut oleh sinarmu, terasa sesak perasaanku kali ini
entahlah, mungkin banyak yang terpikirkan sekarang...

sudah hampir satu tahun yah dikelas ini, kelas X4, iya, kelas yang memberi ku tumpukkan memori di otakku...
aku takkan pernah lupa dimana pertama kali kita bertemu di kelas ini,
pertama kali kita berjabat tangan, bertegur sapa, saling berkenalan....

aku takkan pernah lupa saat kita sama-sama merencanakan buka puasa bersama, mulai dari tempat hingga makanannnya,
aku takkan pernah lupa ketika kelas kita masih di bawah, ketika sebagian dari kita yang berambut panjang harus merelakan untuk di pangkas pendek hanya untuk Jupul..
aku takkan pernah lupa saat dimana kita harus pindah kelas ke atas, ah, rasanya tidak adil sekali, terlalu jauh kaki kita untuk melangkahnya, tapi......lambat laun kita jadi terbiasa untuk itu, justru kita merasa nyaman punya kelas di atas, pojok lagi......

saat-saat perkemahan besar, saat-saat itu pula, kebersamaan kita jadi lebih berwarna, kita semakin akrab, aku takkan lupa itu
begitu juga rally sepeda yah, menyusuri tiap inci jalan beramai-ramai dengan sepeda kita, meskipun ada sebagian yang tak ikut, tapi aku suka, aku suka tiap kebersamaan yang kita buat

ada KTS yang siap menanti kita, waktu itu kita dapet nge-cover video gangnam style yaah? aku gak nyesel punya kelas yang sehebat ini, punya anak-anak yang kreatif, yang pinter, yang friendly.... alhasil, kita bisa merebut juara 1 nya! seneng banget! hadiahnya, sebuah jam dinding dengan bertuliskan even KTS SMANSA, jamnya terpajang rapi dikelas,

semester satu kita lewatkan dengan penuh tawa, suka, canda, haru, dan tentunya kebersamaan,
masuk semester dua, kebersamaan kita semakin melekat, bagaimana aku bisa melupakan kelas sehebat ini? kelas sekompak ini? aku tak sanggup jika harus pergi tanpa membawa tumpukkan memori kelas ini

aku juga tak akan melupakan ini...
kelas yang anak-anaknya akan berangkat pagi hanya untuk menempati kursi paling belakang jika ada ulangan, meskipun pintu kelas belum terbuka namun anak-anaknya sudah berdiri ramai di depan kelas...

even berikutnya, kartinian.....
gak di sangka-sangka juga, kita bisa menang lagi, sepuluh empat memang luar biasa!

banyak kenangan yang mungkin aku tak bisa sebut satu persatu, terlalu menumpuk terlalu manis di otakku...
aku juga tak akan melupakan Pagelaran kita,
pagelaran yang cukup membuat kita kerja ekstra
pagelaran yang kadang menyulut emosi
pagelaran yang membuat kelas kita semakin kompak, tentunya

saat-saat penarikan denda bagi yang telat, itu.....akan berkesan bagiku, akan sangat kurindukan
dan, usaha kita tidak sia-sia, kita menampilkan pagelaran yang cukup memuaskan hati, meskipun bukan kita yang terbaik..
haru, ya, rasaku haru kala itu, ini terakhir kali kita seperti ini? apakah akan ada lagi kebersamaan yang sedekat ini nanti?

selanjutnya, LIBAS, demikian juga even ini, kalian kereeeeen sekali saat tampil!!
jangan lupakan futsalnya, iya, cowo sepuluh empat doyan banget sama permainan yang satu ini!

dan, mungkin semalam acara kumpul bareng sepuluh empat utk perpisahan, sayangnya aku gak bisa dateng, padahal pengen bangeet, ah, sudahlah, ini juga karena tidak diizinkan..

mungkin semalam juga, terakhir kali seru-seruan bareng temen sepuluh empat,
terakhir bercandaan
terakhir makan bareng juga,

aku tidak menyesal bisa mengenal kalian,
aku tidak menyesal bisa menemukan kelas sehebat ini,
dan aku tidak menyesal pernah berbagi maupun merangkai kenangan bersama di kelas ini...





kelas yang mengajariku berbagai hal, kelas yang mampu membuatku sunggingkan pelangi terbalik dibibirku ini.....









sepuluh empat itu...
segalanya......















love this class so much.....










ini ada dhani sama encusss














ini ada jian sama safridaaaa












 ini jejeeee


ini ada jian ijung desy sama diaaan











ini tita












ada virgi, wafa, tamara,encuss, safrida sama jejeee











itu delsi aku sama tamaraaaa














naaaaa~~









sepuluh empat itu...
memberiku banyak hal, 
mengajariku hal yang belum aku tahu,

sepuluh empat itu.....
kelas yang banyak anak pinternyaaa, 
banyak anak kreatifnya, 
tentunya kompak juga!

sepuluh empat itu....
punya banyak kenangan, 

sepuluh empat itu, 
keluarga nomor dua bagikuuuu

sepuluh empat itu....
my everything...

terimakasih untuk satu tahun yang berkesan ini,
terimakasih untuk kebersamaan satu tahun ini,
terimakasih untuk tawa, canda, bahagia, emosi, dan senyumnya..

dan terimakasih sudah membuat kenangan yang akan dirindukan.......

love you so much @Xemp4k ;))

Kamis, 13 Juni 2013

terimakasih sepuluh empat :)

selamat malam bintang dilangit,
tinggal berapa hari lagi kita masih bisa sama-sama di kelas ini?
gak mau ngitungin deh

gak kerasa udah hampir setahun yah kita bareng-bareng di kelas ini,
udah setahun pula kita lewati penuh suka, canda, tawa, riang, tangis, amarah, kecewa, sedih, pokoknya bareng-bareng deh!

aku takkan melupakan ini.......
ketika salah satu diantara kita terlamabat masuk kelas,
ketika salah satu dari kita ngelucu di depan kelas
ketika salah satu diantara kita tengah sedih
dan mungkin ketika salah satu diantara kita ada yang cinlok

kelas kita, iya kelas X4 yang ada dipojok atas, yang letaknya jauh dari mana saja, kecuali perpus..
akan meninggalkan banyak kenangan disana,
entah itu manis ataupun pahit
kenangan yang satu tahun ini kita ukir bersama lembar demi lembar yah.....

dan akan mudah diambil oleh waktu,
ya, waktu memisahkan segalanya
namun waktu juga mengajari kita untuk membuat ribuan kenangan ini

mungkin rasanya akan tetap sama, sama seperti pertama kali kita injakkan kaki ini disekolah ini, tepatnya di kelas kita,
asing.
tidak ada yang ku kenal kecuali anak yang satu SMP denganku

hari demi hari, waktu semakin memperat kita, semakin menyatukan hati demi hati kita
dan, akan sangat tidak mudah melepaskan itu

masih terekam hangat di memoriku,
pertama kali kita buka puasa bareng-bareng, ngabuburit bareng......ah, itu ramadhan yang menyenangkan,  bukan?

ada PTM, meskipun persiapannya ala kadarnya tapi kita bisa jadi yang terbaik kok!

ada Cha-cha juga, ah, ini menguras waktu banyak yah, tapi ini juga membuat kita semakin akrab satu sama lain, membuat kita untuk bisa belajar menerima pendapat orang lain juga.......

jam-jam kosong yang selalu menjadi incaran kita, kadang sangat menyanangkan tatkala kita habiskan untuk berloyo-loyo sekedar bercanda maupun mendengarkan musik dikelas....

kadang timbul keisengan dari diri kita untuk sekedar meledek guru, sekedar mengajak ngobrol supaya santai dalam pemberian belajarnyaaa,

ah, aku hampir lupa, mungkin aku akan merindukan ini, ketika aku dan yang lain berangkat pagi dari rumah hanya untuk menempati kursi di barisan belakang, ini berlaku jika ada ulangan saja yah....

kemarin, kita sudah bersama-sama yah menampilkan pagelaran seni kelas kita, alhamdulilah semuanya lancar, usaha kita, latihan kita selama ini gak sia-sia teman........

mulai dari denda kalo berangkat telat, hingga marah-marah karena ego masing-masing, tapi semua itu terbayar kemarin, bangga deh jadi bagian dari kelas ini!

rasanya gak pengin banget pisah sama kalian,
rasanya udah melekat aja, kaya lem alteko
rasanya berat buat ninggalin kenangan ribuan itu

bakal kangen sheldy, yang sukanya ngegombal gak jelas, tapi suara oke lah meski kemaren demam panggung yah shel :p
bakal kangen dio,
bakal kangen gopin,
bakal kangen calvin
bakal kangen Debby, kemaren keren ci!
bakal kangen destiaaa, aaa :(
bakal kangen desy, bundeerrr
bakal kangen dian, ya gak mbaak?
bakal kangen delsi, muehehe
bakal kangen jeje, yang embemm
bakal kangen bawang, yang kadang usill
bakal kangen unuuuuy, yang baik kalo minta anterin pulang
bakal kangen uceen dan senyum khasnya
bakal kangen ijaaah, yang sukanya ngelawak
bakal kangen hani juga,
bakal kangen abah,
bakal kangen dhaniiii, yang sukanya udek-udek idungg
bakal kangen hariz
bakal kangen jiaaaaan
bakal kangen tikaaa
bakal kangen mirzaaa, -_-
bakal kangen teva
bakal kangen tamara
bakal kangen titaaa, temen sebangku banget
bakal kangen ulvyy
bakal kangen yovanka,
bakal kangen wafaaa
bakal kangen virgiiii
bakal kangen diemnya siskaaaa
dan bakal kangen sama paniknya ijunggggg

aaaaa bakal kangen semuanya deeehhh

SEPULUH EMPAT!
SATU HATI, SATU KELUARGA, SATU SEMANGAAAAT!!!

Sabtu, 08 Juni 2013

Secret Admirer/4 (cerbung)


                Sepagi ini indah sekali rasanya, aku bertemu dengannya kembali. Dunia memang  sulit di tebak, terkadang hal yang kita harapkan tak urung datangm namun hal yang tak kita harapkan tiba-tiba saja datang sendrinya.

                 Untung saja hanya membicarakan perihal acara ulang tahun sekolahku, hm. Aku melangkahkan kakiku kembali menuju kelasku. Sekilas aku sempat melewati komplek kelas 12. Aku mencari-cari kakak itu. Tapi tak urung jua aku menemukannya.
               
                 “hus!” tiba-tiba seseorang dari belakang menepuk pundakku pelan.

                Aku berbalik dan sedikit terkejut melihatnya.

                “bikin kaget.” Cetusku sambil memanyunkan bibir.

                “hehe, kamu lagi ngapain sih disini?”

                “tadi habis dari ruang guru. Ini mau balik ke kelas.” Langkah kami saling beriringan hingga ia mengantarku sampai depan kelasku.

                Di depan kelas, tak sengaja aku berpapasan dengan Angga. Mata kami saling bertemu, namun sorot matanya seperti biasa, memikat setiap mata yang memandanginya. Termasuk aku.

                Mataku masih memandangi gerak langkahnya, meski kini punggungnya perlahan mulai tak kasat oleh mataku.
                “za? Liatin apa sih? Ko bengong gitu?”

                “eh, engg, engga ko.” Aku buru-buru mengalihkan pandanganku dari apa yg aku pandangi barusan.
                “oke deh. aku tinggal dulu yah. belajar yang rajin!” pesannya sambil mengusap ujung kepalaku lembut.
                Aku hanya tersenyum membalasnya sambil ku lambaikan tangan padanya.

                TRING!!

                Bel yang ku tunggu-tunggu akhirnya berbunyi. kakiku melangkah dengan semangat berharap aku dapat bertemu dengannya kembali. Baru beberapa kakiku melangkah, senyum di bibir manisku mengembang  sesuatu yang aku harapkan tiba-tiba sudah ada di depanku. Seperti mimpi.

                “tunggu!” sebuah suara berat menahan langkahku.

                Aku memasang muka bertanya-tanya. Dia mendekatkan langkahnya menghampiriku.

                Dia menyodorkan sebuah kertas padaku, aku menerimanya dan mulai membacanya.

                “pelantikan PMR?”

                “kamu satu kelompok denganku. besok, jam 9 pagi di rumah Sarah. Jangan telat!” jelasnya dengan nada dingin seperti biasanya. Tanpa berkata apapun dia berbalik dan melanjutkan langkahnya lagi.

                Aku masih terdiam dengan apa yang barusan dia jelaskan. entahlah, ku pikirkan nanti saja.

                “kenza!” dari kejauhan samar-samar ku dengar seseorang memanggil namaku.

                Ah, rupanya Kak Yuki. Sedang apa dia disana?

                “yuk, pulang?” ajaknya dengan cengiran khasnya.

                “udah, ayo. Hari ini aku pengin pulang bareng kamu!” tanpa menunggu aku menjawabnya, dia langsung menggandeng tanganku begitu saja.

                Aku hanya menurut saja dengan ajakkannya.

                “ka? Salah gak sih kita suka sama orang tapi dia itu cuek banget sama kita?” tanyaku di tengah perjalanan antara aku dan Kak Yuki.

                Raut wajahnya tiba-tiba saja berubah, aku tak tahu apa yg ia akan jawab setelah ini.

                “mm, engga ko, itu engga salah, hal semacam itu justru membuat perasaan kita semakin kuat untuk dia.” Jawabnya sambil memandang mataku lekat.

                “apa kita salah juga jika kita hanya diam memendam perasaan itu?”

                Hening, diam. Kak Yuki hanya menatapku sekilas dan memandang lurus ke depan.
                “entahlah, aku juga gak tau.” Jawabnya pasrah dan kembali melanjutkan langkah kembali pulang.

Sepanjang perjalanan tak sepatah katapun terucap dari kami, entahlah pikiran kami sedang
kemana-mana.

                “udah sampe, masuk gih.” Suruhnya padaku dengan nada yang entah sulit di mengerti otakku.

                Ada apa dengan kak yuki? Kok jadi aneh gitu. Aku tak menjawabnya, segera aku melangkah masuk pintu pagar rumahku dan membiarkan Kak Yuki sendiri.

                Aku lupa, esok masih ada kegiatan lagi. Ah, tapi tak apalah, esok aku akan bertemu dengan dia kembali.
                
               hm, aku masih penasaran, tadi kak Yuki kenapa yah? 
               apa mungkin.....................
               continue