Sabtu, 08 Juni 2013

Secret Admirer/4 (cerbung)


                Sepagi ini indah sekali rasanya, aku bertemu dengannya kembali. Dunia memang  sulit di tebak, terkadang hal yang kita harapkan tak urung datangm namun hal yang tak kita harapkan tiba-tiba saja datang sendrinya.

                 Untung saja hanya membicarakan perihal acara ulang tahun sekolahku, hm. Aku melangkahkan kakiku kembali menuju kelasku. Sekilas aku sempat melewati komplek kelas 12. Aku mencari-cari kakak itu. Tapi tak urung jua aku menemukannya.
               
                 “hus!” tiba-tiba seseorang dari belakang menepuk pundakku pelan.

                Aku berbalik dan sedikit terkejut melihatnya.

                “bikin kaget.” Cetusku sambil memanyunkan bibir.

                “hehe, kamu lagi ngapain sih disini?”

                “tadi habis dari ruang guru. Ini mau balik ke kelas.” Langkah kami saling beriringan hingga ia mengantarku sampai depan kelasku.

                Di depan kelas, tak sengaja aku berpapasan dengan Angga. Mata kami saling bertemu, namun sorot matanya seperti biasa, memikat setiap mata yang memandanginya. Termasuk aku.

                Mataku masih memandangi gerak langkahnya, meski kini punggungnya perlahan mulai tak kasat oleh mataku.
                “za? Liatin apa sih? Ko bengong gitu?”

                “eh, engg, engga ko.” Aku buru-buru mengalihkan pandanganku dari apa yg aku pandangi barusan.
                “oke deh. aku tinggal dulu yah. belajar yang rajin!” pesannya sambil mengusap ujung kepalaku lembut.
                Aku hanya tersenyum membalasnya sambil ku lambaikan tangan padanya.

                TRING!!

                Bel yang ku tunggu-tunggu akhirnya berbunyi. kakiku melangkah dengan semangat berharap aku dapat bertemu dengannya kembali. Baru beberapa kakiku melangkah, senyum di bibir manisku mengembang  sesuatu yang aku harapkan tiba-tiba sudah ada di depanku. Seperti mimpi.

                “tunggu!” sebuah suara berat menahan langkahku.

                Aku memasang muka bertanya-tanya. Dia mendekatkan langkahnya menghampiriku.

                Dia menyodorkan sebuah kertas padaku, aku menerimanya dan mulai membacanya.

                “pelantikan PMR?”

                “kamu satu kelompok denganku. besok, jam 9 pagi di rumah Sarah. Jangan telat!” jelasnya dengan nada dingin seperti biasanya. Tanpa berkata apapun dia berbalik dan melanjutkan langkahnya lagi.

                Aku masih terdiam dengan apa yang barusan dia jelaskan. entahlah, ku pikirkan nanti saja.

                “kenza!” dari kejauhan samar-samar ku dengar seseorang memanggil namaku.

                Ah, rupanya Kak Yuki. Sedang apa dia disana?

                “yuk, pulang?” ajaknya dengan cengiran khasnya.

                “udah, ayo. Hari ini aku pengin pulang bareng kamu!” tanpa menunggu aku menjawabnya, dia langsung menggandeng tanganku begitu saja.

                Aku hanya menurut saja dengan ajakkannya.

                “ka? Salah gak sih kita suka sama orang tapi dia itu cuek banget sama kita?” tanyaku di tengah perjalanan antara aku dan Kak Yuki.

                Raut wajahnya tiba-tiba saja berubah, aku tak tahu apa yg ia akan jawab setelah ini.

                “mm, engga ko, itu engga salah, hal semacam itu justru membuat perasaan kita semakin kuat untuk dia.” Jawabnya sambil memandang mataku lekat.

                “apa kita salah juga jika kita hanya diam memendam perasaan itu?”

                Hening, diam. Kak Yuki hanya menatapku sekilas dan memandang lurus ke depan.
                “entahlah, aku juga gak tau.” Jawabnya pasrah dan kembali melanjutkan langkah kembali pulang.

Sepanjang perjalanan tak sepatah katapun terucap dari kami, entahlah pikiran kami sedang
kemana-mana.

                “udah sampe, masuk gih.” Suruhnya padaku dengan nada yang entah sulit di mengerti otakku.

                Ada apa dengan kak yuki? Kok jadi aneh gitu. Aku tak menjawabnya, segera aku melangkah masuk pintu pagar rumahku dan membiarkan Kak Yuki sendiri.

                Aku lupa, esok masih ada kegiatan lagi. Ah, tapi tak apalah, esok aku akan bertemu dengan dia kembali.
                
               hm, aku masih penasaran, tadi kak Yuki kenapa yah? 
               apa mungkin.....................
               continue


Tidak ada komentar:

Posting Komentar