Sabtu, 22 Maret 2014

ini aku, kamu bagaimana?

Selamat malam neptunus!
lama gak ngeblog, bikin kangen. hehe

rasanya sedang berkecamuk di angan-angan.
tidak terpikirkan rasanya bagaimana.

sadar atau tidak,
terkadang perasaan kecewa kerap kali meruak dalam hati.
terkadang apa yang terpikiran tak sejalan dengan yang lain.
kadang lelah mulai menggerogoti perlahan-lahan.
ingin berkeluh kesah, tapi kepada siapa?


















tau rasanya kecewa?
tiap orang pasti pernah merasakan itu.
termasuk yg satu ini.

iya, ini pengalaman pribadi kok,
hanya ingin berbagi, tak masalah bukan?

kadang, rasanya kaya di bom.
di banting-banting.
tapi, kita gak bisa marah seenaknya.
gakbisa. alih-alih marah, justru kena marah. sedih:(

dulu, jaman-jaman masih SMP, sering curang, sering banget.
bahkan kebawa sampai kelas 10 SMA,
masih sering tanya-tanya kalo lagi ujian.
rasanya seneng, dapet bocoran jawaban, nilai kita jadi tinggi. seneng banget. jadi gak malu nunjukin ke mamah.

sampai kenaikan kelas, masih aja begitu. sampai puas.
setelah lihat hasilnya. jauh dari dugaan.
nilai-nilaiku jatuh semua.

barulah muncul rasa menyesal itu.
ada rasa sesak, ketika jawaban kita yang sudah benar dan seharusnya terisikan dalam lembar ujian menjadi salah karena yg terisikan adalah jawaban teman. sesal.

ada rasa malu juga, mengapa aku yg bertanya pada mereka tetapi tidak mendapatkan nilai yang tinggi? mengapa justru yang bertanya padaku nilainya jauh lebih dariku?

aku malu. malu pada yang jujur. mereka berusaha mati-matian, belajar sampai larut malam. sedangkan aku? aku yg belajar malas-malasan, hanya mengandalkan teman.

kadang ngerasa gak enak sama yg lebih pintar, aku mendapatkan nilai lebih tinggi dari dia, dia yg belajar mati-matian hanya mendapat nilai tujuh, sedangkan aku yg malas-malasan bisa melampauinya.

ada dua temanku yg bercerita padaku tentang keluh kesah mereka pada "pelaku" itu. mereka menceritakan bagaimana perasaan anak-anak yg pintar tentang kegiatan curang itu,

kala itu mereka memang sedang berkumpul dan membahas sesuatu, lalu mereka saling bercerita, salah satu cerita mereka ya tentang itu, mereka mengaku merasa rugi akibat ulah itu,

kemudian aku tertegun. aku merasa mendapatkan cambukan dari apa yg telah aku lakukan.
malu mendengarnya. aku seperti seorang pengecut yg selalu sembunyi. aku tak pernah percaya diri.

perlahan, aku mulai bisa melawan ketergantungan itu, aku memulainya dari 0. hingga saat ini masih bertahap.

kalo musimnya ujian begini, aku lebih kecewa lagi dengan  pengawasnya.
bapak, ibu guru. mengapa bapak, ibu guru hanya membagi lembar jawab, soal, lalu duduk saja? apa bapak, ibu guru tidak memeperhatikan murid-muridnya kala ujian? siapa yg benar-benar mengerjakan dan siapa yg benar-benar berbuat curang.

jujur saja, aku selalu menyayangkan masalah ini,
ingin mengadu, namun tak enak hati,
pendam saja sedalam-dalamnya. meski kadang selalu muncul kembali.

ah, bagaimanan dunia kedepannya?
Tuhan memang menyayangiku, buktinya Tuhan menyadarkan aku dari yg bergantung sampai bisa sendiri. sama seperti kita sedang belajar melangkah,

dari yg masih di titah, sampai bisa melangkah sendiri dengan benar.

dunia itu indah, apalagi masa-masa remaja seperti ini.
jangan sia-siakan masamu sekarang,
waktumu tak banyak, masa ini tak akan terulang lagi nanti.

apa yg akan kau ajarkan pada anak-anakmu nanti jika kau masih bergantung?
apa kau tak malu jika seketika anakmu bertanya "ayah, ibu, apa pernah ayah dan ibu mencontek saat ujian?"
lalu, kau diam sejenak. apa yg akan kau jawab dari pertanyaan anakmu itu?
apa kau akan berbohong?
pikirkan lagi, teman.

aku tak mau jika kau mendapatkan kesulitan saat-saat kedepan nanti, apalagi saat di perguruan tinggi.
pikiran mahasiswa dan anak SMA berbeda jauh.
jika sekarang mengeluh, nanti akan lebih mengeluh ketika kau masih bergantung, karena perguruan tinggi itu lebih berat.

coba banyangkan, jika kita memulai dari sekarang untuk tidak bergantung, apa yg akan kita dapatkan pada masa akan datang?

percaya atau tidak, kita pasti akan mendapatkan kemudahan untuk menjalan kehidupan, pasti akan ada banyak nikmat yg kita rasakan.

buat apa yg kita usahakan itu berkah.

Bismillahirrahmanirrahim.......................................


gdnght^^