Jumat, 19 April 2013

Selamat jalan kamu, yang akan selalu dirindukan:)

sudah lebih dari satu jam semenjak kepergianmu
sudah lebih dari satu jam orang yang menyayangimu mencoba mengikhlaskanmu
dan sudah lebih dari satu jam kita akan sangat merindukanmu, kawan

mungkin, Allah memberikan kebahagian dengan cara ini
Allah tidak ingin melihat hamba-Nya terus tersiksa dengan penyakit yang kian hari kian menggerogoti tubuhmu...

kawan yang mungkin sekarang tengah tersenyum bahagia..
kita merasa kehilangan kamu, sangat....

kehilangan sosok seorang pemimpin rohis
kehilangan sosok yang bertanggung jawab
kehilangan sosok yang tak kenal menyerah menghadapi sakit yang dirasa
dan kehilangan sosok yang ramah terhadap semua orang...

dan, hari ini seperti mimpi.....
mimpi buruk yang tiba-tiba datang...
sulit di percaya memang, padahal...seminggu lalu, kita sempat melihatmu di rumah sakit..
dengan selang infus yang masih menempel,
dengan keadaanmu yang belum seutuhnya pulih,

hingga tak terasa air mata terus mengalir membasahi pipi...
entahlah, susah sekali menghentikannya...
sampai berhentipun, rasanya tak kuasa untuk menangis kembali........

ingatkah ketika pertama kali kita sama-sama menginjakkan kaki di kelas ini?
ketika kita belum saling mengenal,
lalu lambat laun kita menjadi akrab, menjadi sahabat, bahkan menganggapmu sebagai saudara..
cha-cha, pagelaran, dan masih banyak lagi kan kenangan yang kita buat bersama?

kita ingat betul ketika dengan gagahnya engkau di lantik sebagai ketua Irmubi periode 2012-2013...
ya, bahkan tepuk tangan mengringi kepemimpinanmu, kawan...
dibawah langit cerah kala itu, kita bersama-sama melaksanakan LDK,

dengan riang, dengan gembira, tanpa keluh kesah apapun, iya kan?
hingga puncak acara, hingga pengumuman pemenang, kita masih bisa tertawa bersama, tersenyum bersama........senyum yang tulus dari hati.......

dan, apa engkau masih ingat, dulu...
setiap hari jumat?
tanpa lelah kau mengedarkan amplop infaq?
mengelilingi satu persatu kelas di SMA ini...........
dan aku, kita salut akan itu..................

mengedarkan selembar demi selembar pamflet acara irmubi........dengan harapan yang tak muluk-muluk, yaitu banyak yang mau hadir diacara tersebut...........

ketika tafakur alam akan segera dilaksanakan, kondisimu sudah mulai drop
kita sering mendengarmu batuk-batuk.......
tapi, dengan tanggung jawabmu yang begitu besar pada Irmubi,
dengan tanpa merasa sakit sedikitpun, engkau datang mengikuti rapat  tafakur alam yg terakhir kalinya................dengan berat hati kau putuskan untuk tidak ikut tafakur alam......ya. Irmubi bertafakur alam tanpa seorang ketua...........

dan sekarang,
engkau pergi......pergi meninggalkan kita semua,
pergi meninggalkan banyak cerita tentang kita,
dan pergi takkan kembali...........

kita, akan sangat merindukan senyum tawa ceriamu
rindukan perjuanganmu melawan sakit itu
rindukan keluguanmu juga........

aku, kita dan mereka, takkan mampu menghapus lembar demi lembar cerita yang kita buat bersama,
aku, kita, dan mereka menyayangimu, selalu.....
aku, kita dan mereka akan selalu berdoa dari sini, dari atas bumi yang dahulu kita injakkan bersama...
untuk engkau, kawanku...............

semoga engkau selalu di terima disisi-Nya.....................:)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar