"Pin, mau makan
gak?" suara berat itu menyadarkanku.
"eh?
ha? oh iya, aku juga laper, Ren." jawabku mengiyakan.
Narendra,
nama yang cukup familiar di otakku 2 tahun belakangan ini. Ya, seperti
pertemanan pada umumnya. Aku mengenalnya saat kami masih berseragam putih
abu-abu. Tepatnya kami satu kelas, saat menginjak kelas 2 SMA.
Bisa
dibilang aku dekat dengannya. Sangat dekat. Meski status kami hanya sebagai
teman. Tak banyak dari temanku yang meledek kedekatan kami. Mana bisa kami dibilang ‘friendzone’
sementara Rendra sudah memiliki pacar. Dunia
memang kadang lucu.
“mau makan apa, Ren?”
tanyaku sambil memandang sekitar.
“emm, lagi pengen bakso
nih. Pesenin satu ya! Aku ke toilet bentar.” Jawabnya buru-buru.
Seperti biasa,
kesukaannya adalah bakso, ditambah kerupuk, lalu es teh manis yang selalu
menyegarkan tenggorokan. Hah, bahkan aku hampir menghafal segala kesukaan
hingga kegiatannya setiap hari.
“Pin!”
Aku menoleh ke sumber
suara itu.
“Mas Wira? Kenapa, Mas?”
sejujurnya aku gugup tiap kali Mas-mas angkatan atasku, terkhusus Mas Wira
menyapaku begini.
“Aku, ada proyek nih. Mau
gabung gak?” tawarnya dengan cengiran khas seperti biasanya.
“tentang apa mas?”
Mas Wira memperlihatkan
proposal kegiatan proyek yang ia tawarkan padaku. Aku cukup tertarik karena ini
menyinggung masalah sosial di lingkungan masyarakat.
“oke, kapan mulai mas?” aku
menyetujui tawaran proyek Mas Wira tanpa pikir panjang.
“nanti aku kabari
secepatnya, Pin. Omong-omong kamu makan sendirian aja nih?
“oke, ah? Engga ko mas,
aku sama Rendra. Tapi dia lagi ke toilet.” Jawabku.
“oke deh, aku duluan ya!”
pamitnya padaku.
Gak seperti biasanya
Rendra ke toilet lama begini. Bisa keburu dingin ini baksonya.
Samar-samar aku mendengar
keributan dari arah toilet dekat kantin. Rendra!
Buru-buru aku mendekati
kerumunan itu. Dan ya, aku mendapati Rendra tengah berkelahi dengan Bobi anak
Teknik Mesin yang gosipnya menyukai pacar Rendra.
“stop! Rendra! Kalian apa-apaan
sih?!!” aku mencoba melerai keduanya, jujur saja ini mengingatkanku pada
peristiwa dua tahun lalu. Sama persis dengan apa yang terjadi di depan mataku
sekarang.
Aku kehilangan
keseimbanganku.
Badanku lemas, semua
gelap tiba-tiba.
Happy reading gengs!
Kalo ada tanggapan/komen/saran langsung aja dikolom komen, oke?
Thank you!
😂😂
BalasHapus