Minggu, 16 Desember 2012

Secret Admirer (cerbung)


Hari ini aku melihatnya lagi. Seseorang yang aku kagumi selama hampir setahun ini. Aku tak tidak mengerti dengan perasaanku ini, terkadang aku menjadi gila bila bertemu dengannya. Meski ada banyak sekali jurang diantara kami. Yah, aku akui itu. 

               Seperti biasa pagi ini ku lakukan aktivitasku sebagai murid SMA. Ku langkahkan kakkiku menuju gedung sekolahku. Cukup menyita waktu memang. Tapi aku suka cara ini, aku suka tiap langkah pagiku menuju gedung menimba ilmu itu.

                Aku pikir, dengan berjalan kaki itu akan mudah bersikap sosial terhadap oang lain, mudah untuk menyunggingkan sebuah pelangi terbalik di setiap bibir orang yang berlalu lalang. Ya, memang itu kenyataanya. Aku mendapatkan itu!

                Terasa sepi sekali sekolahku ini, jam masih menunjukkan pukul setengah 7 tepat. Mungkin kali ini aku yang akan menjadi orang pertama yg datang di kelasku. Hehe.

                Tak butuh waktu lama untuk sampai di kelasku, kini aku sudah berada di ambang pintu kelas X-7 ini. Keheningan bisa kursakan dari luar ruangan ini. Ternyata dugaanku salah. Aku tidak menjadi yg pertama, melainkan yang kedua. Salah seorang temanku -Denny- telah sampai terlebih dahulu.

                Aku berdecak kesal. Namun, yah biarkanlah. Toh, aku juga sudah termasuk rajin berangkat jam segini.
                Bosan didalam ruang kelas, aku mencoba keluar memandang ruang kelas lain dari bawah. Yah, kelasku memang berada di lantai 2 sekolah ini. Sebenarnya aku tidak menyukai ini, karena turun-tangga itu membuat kakiku pegal-pegal. Namun, disisi itu, aku juga mendapat nilai positifnya, dari atas sini aku mampu melihatnya –maksudku kelasnya-.

                Pandanganku terlalu tajam memperhatikan ruang kelas laki-laki itu.hingga tak sadar seseorang mengagetkanku dari belakang. Sontak aku terlonjak kaget.
                Huuuu! Si Candra ini emang sukanya bikin jantung orang copot aja.

                Tak terasa olehku, akhirnya bel istirahatpun berbunyi. Tujuan pertama pasti ke kantin, tapi tidak untuk kali ini. Aku harus mengembalikkan buku perpus dulu. Saat ku injakkan kakiku disana, aku melihat sosok itu, sosok yang beberapa hari ini tak terlihat oleh mataku.

                Ku lihat dia sedang mengembalikkan buku juga. Benarkah ini? Aku tak salah melihat, bukan?

                Kali ini kau beruntung, Kenza! Yeah! Gemuruh dihatiku tak dapat ku bendung lagi. Aku suka melihatnya, aku suka melihat cara ia berjalan, aku suka, dan aku suka apa yang dia lakukan.

                Hey, coba lihat apa yang barusan aku lihat! Dia tersenyum! Sungguh itu menjadi pertama kalinya bagiku melihat sosoknya tersenyum manis sekali. Sayangnya, manis itu bukan untukku. Sial.

                Hey, tunggu! Tunggu! Kemana dia? Cepat sekali menghilangnya. Ah! Rupanya dia sudah keluar.
                Lihat! Aku menemukannya lagi. Dia sedang menuruni anak tangga! Aku menatapnya sekilas dan ku dapati dia tengah tertawa dan, tunggu! Mata kami saling bertemu! Ya! Jantungku, jantungku hampir ingin berhenti berdetak sekarang, Tuhan, skip momen ini...

                Hari ini, duniaku begitu indah. Mampu memberikan warna pada dunia sekitarku. Aku bersyukur itu!
                Akhirnya, pelajaran hari ini selelsai juga. Aku bergegas menuruni anak tangga dan kembali pulang. Samar-samar aku melihat sosok itu, tapi kini ia berdua dengan seorang perempuan? Siapa dia? Dan kenapa mereka begitu akrab sekali...

                Seperti di bom ribuan peluru, aku merasakan ada yang aneh dalam hati ini, bahkan untuk bernafas terasa sesak sekali. apa mungkin aku...?

                Aku melewati dua pasang itu yang ku tangkap dengan lensa mataku tengah mengobrol asyik. Siapa dia? Apa mungkin....

continue

Tidak ada komentar:

Posting Komentar