Hari ini aku melihatnya lagi.
Seseorang yang aku kagumi selama hampir setahun ini. Aku tak tidak mengerti
dengan perasaanku ini, terkadang aku menjadi gila bila bertemu dengannya. Meski
ada banyak sekali jurang diantara kami. Yah, aku akui itu.
Seperti
biasa pagi ini ku lakukan aktivitasku sebagai murid SMA. Ku langkahkan kakkiku
menuju gedung sekolahku. Cukup menyita waktu memang. Tapi aku suka cara ini,
aku suka tiap langkah pagiku menuju gedung menimba ilmu itu.
Aku
pikir, dengan berjalan kaki itu akan mudah bersikap sosial terhadap oang lain,
mudah untuk menyunggingkan sebuah pelangi terbalik di setiap bibir orang yang
berlalu lalang. Ya, memang itu kenyataanya. Aku mendapatkan itu!
Terasa
sepi sekali sekolahku ini, jam masih menunjukkan pukul setengah 7 tepat.
Mungkin kali ini aku yang akan menjadi orang pertama yg datang di kelasku.
Hehe.
Tak
butuh waktu lama untuk sampai di kelasku, kini aku sudah berada di ambang pintu
kelas X-7 ini. Keheningan bisa kursakan dari luar ruangan ini. Ternyata
dugaanku salah. Aku tidak menjadi yg pertama, melainkan yang kedua. Salah
seorang temanku -Denny- telah sampai terlebih dahulu.
Aku
berdecak kesal. Namun, yah biarkanlah. Toh, aku juga sudah termasuk rajin
berangkat jam segini.
Bosan
didalam ruang kelas, aku mencoba keluar memandang ruang kelas lain dari bawah.
Yah, kelasku memang berada di lantai 2 sekolah ini. Sebenarnya aku tidak
menyukai ini, karena turun-tangga itu membuat kakiku pegal-pegal. Namun, disisi
itu, aku juga mendapat nilai positifnya, dari atas sini aku mampu melihatnya
–maksudku kelasnya-.
Pandanganku
terlalu tajam memperhatikan ruang kelas laki-laki itu.hingga tak sadar
seseorang mengagetkanku dari belakang. Sontak aku terlonjak kaget.
Huuuu!
Si Candra ini emang sukanya bikin jantung orang copot aja.
Tak
terasa olehku, akhirnya bel istirahatpun berbunyi. Tujuan pertama pasti ke
kantin, tapi tidak untuk kali ini. Aku harus mengembalikkan buku perpus dulu.
Saat ku injakkan kakiku disana, aku melihat sosok itu, sosok yang beberapa hari
ini tak terlihat oleh mataku.
Ku
lihat dia sedang mengembalikkan buku juga. Benarkah ini? Aku tak salah melihat,
bukan?
Kali
ini kau beruntung, Kenza! Yeah! Gemuruh dihatiku tak dapat ku bendung lagi.
Aku suka melihatnya, aku suka melihat cara ia berjalan, aku suka, dan aku suka
apa yang dia lakukan.
Hey,
coba lihat apa yang barusan aku lihat! Dia tersenyum! Sungguh itu menjadi
pertama kalinya bagiku melihat sosoknya tersenyum manis sekali. Sayangnya,
manis itu bukan untukku. Sial.
Hey,
tunggu! Tunggu! Kemana dia? Cepat sekali menghilangnya. Ah! Rupanya dia sudah
keluar.
Lihat!
Aku menemukannya lagi. Dia sedang menuruni anak tangga! Aku menatapnya sekilas
dan ku dapati dia tengah tertawa dan, tunggu! Mata kami saling bertemu! Ya!
Jantungku, jantungku hampir ingin berhenti berdetak sekarang, Tuhan, skip momen
ini...
Hari
ini, duniaku begitu indah. Mampu memberikan warna pada dunia sekitarku. Aku
bersyukur itu!
Akhirnya,
pelajaran hari ini selelsai juga. Aku bergegas menuruni anak tangga dan kembali
pulang. Samar-samar aku melihat sosok itu, tapi kini ia berdua dengan seorang
perempuan? Siapa dia? Dan kenapa mereka begitu akrab sekali...
Seperti
di bom ribuan peluru, aku merasakan ada yang aneh dalam hati ini, bahkan untuk
bernafas terasa sesak sekali. apa mungkin aku...?
Aku
melewati dua pasang itu yang ku tangkap dengan lensa mataku tengah mengobrol
asyik. Siapa dia? Apa mungkin....
continue

Tidak ada komentar:
Posting Komentar