Guyuri jalanan depan tempatku meneduh tiap sore.
Guyuri satu persatu jejak langkahmu, yang makin tak kulihat
Sampai aku tak sadar, kamu memang hanya untuk singgah, bukan menetap.
Tahun yang penuh kisah.
Beberapa kisah yang usai, tepatnya.
Bukan yang selalu bisa diinginkan,
hanya menambah deretan nama bagi manusia lain.
Akhir tahun ditutup sendu oleh hujan,
tapi ku pikir tidak semua hujan melambangkan pilu.
Hujan kali ini membawa lara-lara yang tertinggal oleh manusia-manusia klise.
Kemudian, dihanyutkan, sampai hilang, dan ku harap memang hilang.
Perempuan ini tidak ingin membuat perasaan manusia lain jadi sendu,
katanya, cukup perasaanku saja yang sendu dan lara, manusia lain jangan.
Nyatanya, bahagianya pun sesederhana bulan sabit, seperti senyumnya tanpa ada luka.
Katanya, bahagiaku tanpa kata.
Ya, berjalanlah, selagi kakimu masih bisa untuk menjauh dari mataku
Bila perlu, berlariah sejauh kakimu mampu,
Menghilanglah lebih lama dari semestaku.
Aku hanya tidak ingin, lara-lara atas kisah klise kembali setelah hanyut oleh hujan Desember.
Salam si penikmat alasan klise dini hari
Tidak ada komentar:
Posting Komentar